Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kaltara Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

harlah pancasila

Ruliyana saat membacakan naskah pidato BPIP di halaman Kantor Sekretariat Bawaslu Kaltara

TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 pada Senin (1/6/2026). Upacara yang berlangsung khidmat dan sederhana ini dilaksanakan secara luring di halaman kantor Bawaslu Kaltara mulai pukul 08.00 WITA.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Ketua dan Anggota, Kepala Sekretariat, pejabat struktural, serta seluruh staf di lingkungan Bawaslu Kaltara. Sesuai pedoman Surat Edaran Ketua Bawaslu RI Nomor 14 Tahun 2026, para Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak kompak mengenakan seragam KORPRI, sedangkan pegawai Non-ASN mengenakan seragam Bawaslu. 

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Anggota Bawaslu Kaltara sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat, Ruliyana. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan naskah pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan internal bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kompas bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Saat membacakan pidato tertulis Kepala BPIP, Ruliyana menyampaikan bahwa Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya.

"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," ujarnya.

Melalui naskah pidato yang dibacakan tersebut, ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). "Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," tuturnya.

harlah pancasila

Ruliyana juga turut menyampaikan apresiasinya atas kelancaran agenda ini.

"Peringatan Hari Lahir Pancasila hari ini bukan sekadar rutinitas tahunan bagi kita di Bawaslu Kaltara, melainkan sebuah momentum untuk merekatkan kembali komitmen kebangsaan, menjaga harmonisasi, menyelesaikan permasalahaan dengan musyawarah dan memastikan bahwa pengawasan yang kita lakukan selalu berlandaskan pada rasa keadilan publik," pungkasnya.

Rangkaian upacara berjalan tertib dan aman mengikuti protokol resmi. Prosesi dimulai dari pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, penyampaian amanat pidato Kepala BPIP, hingga ditutup dengan pembacaan doa bersama.

Penulis : FR

Foto : Endra W

Editor : Lucky S

Tag
Hari Lahir Pancasila, BPIP, Bawaslu Kaltara, Kalimantan Utara
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle