Lompat ke isi utama

Berita

Hati - Hati ! Sekarang Bawaslu Punya Kader Pengawas Partisipatif

Hati - Hati ! Sekarang Bawaslu Punya Kader Pengawas Partisipatif
Tarakan, Bawaslu Kaltara – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kalimantan Utara melaksanakan  Sosialisasi Pengawasan Partisipatif menjelang Pemilu dan Pemilihan serentak 2024 dengan mengusung tema “Peran Masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif" Malabar Coffee Kota Tarakan, Sabtu (24/12) siang. Sosialisasi Pengawasan Partisipatif  di akhir tahun 2022 ini dihadiri oleh alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Provinsi Kalimantan Utara, pemilih muda, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Masyarakat, Organisasi Perempuan, dan Organisasi Kemahasiswaan dari wilayah Kota tarakan. Kegiatan yang berlangsung santai dengan vibes anak muda itu dibuka langsung oleh anggota Bawaslu Kaltara Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Sulaiman,S.H., LL.M dan didampingi anggota Bawaslu Kaltara Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Rustam Akif, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H Dalam arahannya Sulaiman mengatakan, Keadilan adalah Keadamaian. Bahwa dalam pengawasan Pemilu telah menjadi urusan utama bagi Bawaslu serta kalangan masyarakat untuk terlibat. Pemilu  berdiri berdasarkan prinsip persamaan, yaitu bahwa setiap warga negara memiliki kesamaan hak dan kedudukan di dalam Pemerintahan, karena itu setiap warga negara sejatinya memiliki kekuasaan yang sama untuk memerintah. “Kekuasaan rakyat inilah yang menjadi sumber legitimasi dan legalitas kekuasaan negara. Kebebasan, keadilan adalah kedamaian dalam Pengawasan harus diperoleh oleh seluruh  masyarakat secara hakiki. Dalam Pengawasan, harus diciptakan ruang dan mekanisme partisipasi masyarakat yang seutuhnya, di mana warga menyusun mekanisme demokrasi dan mempunyai kekuatan untuk mengambil keputusan sesuai dengan kehendak warga itu sendiri,” ungkapnya Sebagaimana diketahui, Untuk memaksimalkan potensi generasi muda sebagai pemilih muda pada Pemilu tahun 2024 maka dibutuhkan penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan politik bagi pemuda yang diterjemahkan oleh Bawaslu dalam bentuk sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP). Sosialisasi Pengawasan Pertisipatif yang kemudian dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Bawaslu Kaltara merupakan upaya Bawaslu Kaltara untuk memperkuat peran-peran alumni SKPP di masyarakat menjelang Pemilu serentak 2024, dan bagi mereka yang  telah mengikuti SKPP secara berjenjang tidak lepas begitu saja setelah kegiatan SKPP berakhir. Dalam kegiatan sosialisasi menghadirkan 2 orang narasumber yang mewakili profesi dan latar belakang pendidikan yg berbeda. Dari kalangan media, terundang ketua PWI Kota tarakan Andi Muhammad Rizal Amir, sedangkan dari akademisi terundang dosen Universitas Borneo Tarakan Yaser Arafah,S.H.MH. Penyampaian materi yang dipaparkan oleh kanda ichal, panggilan akrab untuk Ketua PWI kota tarakan terkait Peningkatan Literasi Media Sosial dalam pengawasan Pertisipatif. Yaitu mengulas secara runut bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu melalui sosial media, yang dapat dilihat sebagai alternatif untuk mengatasi terbatasnya  sumber daya manusia pengawas Pemilu. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan juga tidak secara langsung memancing untuk dapat meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu 2024. Dalam kesempatan yang sama, Yaser Arafat mengatakan,  bahwa Bawaslu Kaltara perlu melibatkan secara aktif dari alumni SKPP untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait kepemiluan kepada masyarakat.  Alumni SKPP sesuai amanat undang-undang  harus ikut membentengi pengawasan sebagai mengusung pengawas partisipatif.   Penulis : Andi Rahmatullah, S.E Editor : Humas Bawaslu Kaltara
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle