Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Soliditas Pengawasan, Bawaslu Kaltara Gelar Orientasi PPPK TA 2025 Lewat Blended Learning

Orientasi

Foto saat ketua dan anggota Bawaslu Kaltara menyampaikan arahan pada pembukaan kegiatan orientasi

TANJUNG SELOR — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara resmi membuka agenda Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2025 se-Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan yang berfokus pada kurikulum pengenalan nilai dan etika instansi ini resmi dimulai pada Senin (22/06/2026).

Uniknya, orientasi kali ini menerapkan metode blended learning (pembelajaran kombinasi) yang dijadwalkan berlangsung intensif selama lima hari ke depan. Metode ini memadukan sesi mandiri/daring dengan pertemuan tatap muka guna mengoptimalkan proses penyerapan materi.

Sebanyak 43 orang personel PPPK ambil bagian dalam orientasi ini. Mereka merupakan pilar-pilar baru pengawasan yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Utara, dengan rincian formasi diantaranya Bawaslu Provinsi Kaltara (14 orang), Kabupaten Bulungan (7 orang), Kota Tarakan (7 orang), Kabupaten Nunukan (5 orang), Kabupaten Tana Tidung (5 orang), dan Kabupaten Malinau (5 orang).

Dalam arahannya, Herry Fitrian menegaskan bahwa secara esensi tidak ada dikotomi atau perbedaan status yang mendasar antara PPPK dan PNS.

"PPPK dan PNS itu tidak ada perbedaan, sama-sama ASN. Oleh karena itu, PPPK tetap harus melaksanakan tugas dengan dedikasi penuh sebagaimana mestinya, sambil kita bersama-sama menunggu aturan terbaru terkait dengan kebijakan karier untuk PPPK ke depan," tegas Herry.

Senada dengan hal tersebut, Ruliyana mengingatkan bahwa tantangan pengawasan di depan mata menuntut ritme kerja yang cepat. Menurutnya, personel PPPK yang diangkat di lingkungan Bawaslu Kaltara mayoritas bukanlah orang baru yang harus diajari dari nol mengenai seluk-beluk pengawasan.

"Anda semua yang diangkat di Bawaslu Kaltara bukan lagi pegawai baru yang harus diajari banyak hal tentang pengawasan, akan tetapi sudah harus siap pakai untuk pelaksanaan fasilitasi di setiap Tahapan. Sementara itu, bagi yang mungkin belum terlalu memahami teknis di luar non-tahapan, inilah waktu yang tepat untuk mengembangkan diri dan mengimplementasikan core value ASN BerAKHLAK," ujar Ruliyana memotivasi.

Orientasi

Orientasi ini dirancang bukan sekadar pemenuhan tahapan administrasi, melainkan langkah awal yang sangat krusial untuk menyatukan visi, memperkuat kapasitas, dan menanamkan nilai soliditas.

Harapan besar pun digantungkan pada pundak 43 peserta setelah lima hari digembleng. Yakobus, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menyampaikan target nyata yang harus dicapai oleh para peserta pasca-kegiatan selesai.

"Dalam pelaksanaan orientasi PPPK ini, saya sangat berharap seluruh PPPK Bawaslu Kaltara, setelah lulus dari Orientasi ini, menjadi aparatur yang semakin responsif. Pelayanan prima, baik kepada internal organisasi maupun kepada eksternal, yaitu masyarakat luas, harus dapat meningkat secara signifikan," tutur Yakobus.

Demi memastikan bobot materi yang maksimal, Bawaslu Kaltara menurunkan tim pengajar terbaiknya yang terdiri dari Ketua, Anggota, serta Pejabat Struktural Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara. Dengan sinergi pimpinan dan kesiapan penuh para peserta, ke-43 anggota PPPK ini diharapkan siap mengawal integritas dan transparansi demokrasi di Kalimantan Utara.

Penulis : Rijhal

Foto : Bob

Editor : Lucky S

Tag
Orientasi PPPK angkatan 2025, Bawaslu, Kaltara
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle