Ratna Dewi Himbau Peran Aktif Perempuan dalam Demokrasi
|
Tanjung Selor, Bawaslu Kaltara - Sejarah perjuangan demokrasi di Indonesia tidak pernah lepas dari keterlibatan peran perempuan. “Peran perempuan dalam demokrasi kita di Indonesia sebagai Penyelenggara, Peserta Pemilu, Pilihan, dan Pemantau.†Ucap Anggota Bawaslu RI,  Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran saat menjadi narasumber dalam Dialog Terbuka bertema Demokrasi dan Perempuan di Perbatasan Kaltara yang dilaksanakan di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) senin malam (22/3).
Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako ini juga mengatakan diera demokrasi saat ini peran perempuan yang terjun dalam dunia politik harus dipergunakan untuk dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada perempuan. “Misalnya Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Bersih, serta hal-hal yang memberikan kenyamanan dan keamanan kepada perempuan.†ungkapnya
Dalam dunia politik tentu sebagai kaum perempuan tidak boleh hanya duduk manis dan menerima kenyataan dunia politik tanpa kehadiran perempuan, kita harus membenah diri untuk mempersiapkan kualitas diri bersaing kepada kaum laki-laki, tegasnya.
Sambungnya, pada tahun 2024 nanti kita akan menghadapi pemililihan serentak yang dilaksanakan secara bersama-sama Pemilu dan Pemilihan, artinya kita sudah punya pengalaman terkait dengan Pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan dengan lima kotak suara dan Pilkada 2020 ditengah masa Pandemic Covid-19. “Hanya ada dua Negara yang sukses menggelar pilkada di masa Covid-19 tanpa menambahkan klaster baru yaitu Korea Selatan dan Indonesia.†ujarnya
Kaum perempuan harus mempersiapkan diri dalam menyambut Pemilu Tahun 2024. “Dalam Pemliu dan Pilkada Tahun 2024 kita(Perempuan) harus ikut kontestasi baik itu sebagai Penyelenggara, Peserta Pemilu baik DPR dan maupuan Kepala Daerah†Pungkasnya.
Humas Bawaslu Kaltara
Sambungnya, pada tahun 2024 nanti kita akan menghadapi pemililihan serentak yang dilaksanakan secara bersama-sama Pemilu dan Pemilihan, artinya kita sudah punya pengalaman terkait dengan Pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan dengan lima kotak suara dan Pilkada 2020 ditengah masa Pandemic Covid-19. “Hanya ada dua Negara yang sukses menggelar pilkada di masa Covid-19 tanpa menambahkan klaster baru yaitu Korea Selatan dan Indonesia.†ujarnya
Kaum perempuan harus mempersiapkan diri dalam menyambut Pemilu Tahun 2024. “Dalam Pemliu dan Pilkada Tahun 2024 kita(Perempuan) harus ikut kontestasi baik itu sebagai Penyelenggara, Peserta Pemilu baik DPR dan maupuan Kepala Daerah†Pungkasnya.
Humas Bawaslu Kaltara