Tes Rekrutmen Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Se-Kalimantan Utara Hari Ini Berlanjut Secara Online
|
Tanjung Selor, Bawaslu Kaltara - Rekrutmen pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) se-Kalimantan Utara hari ini telah memasuki tahap tes secara online. Sabtu(15/10).
Berdasarkan pantauan humas Bawaslu Provinsi Kaltara terhadap pelaksanaan tes cecara online di Bawaslu Kota Tarakan, tes dilaksanakan bertempat di ruang Lab STIMIK PPKAI dengan mengunakan 2 ruangan, ruangan 1 bertempat di Lab. Pemrograman dengan peserta sebanyak 44 orang dan di ruangan 2 bertempat di Lab. Pemrograman yang lain dengan peserta sebanyak 31 orang. Sebelum peserta melakukan pengisian soal, panitia melakukan serangkaian kegiatan seperti pemutaran video tutorial pengisian soal melalui socrative, pembacaan tata tertib dan lain-lain. Soal yang akan di isi oleh peserta sebanyak 100 soal dangan durasi 90 menit.
Sebagaimana diketahui bahwa data hasil pendaftaran terdapat 77 orang yang memasukkan berkas dikantor Bawaslu Kota Tarakan namun setelah dilalukan penelitian administrasi yang dilakukan oleh Bawaslu Tarakan terdapat 2 orang yang tidak lulus administrasi dikarenakan umur yang masih dibawah 25 tahun. Kemudian sebanyak 75 orang dinyatakan lulus diantaranya 52 orang pendaftar laki-laki dan 24 pendaftar perempuan.
Anggota Bawaslu Kota Tarakan Jupri, menerangkan bahwa sebelum pelaksanaan tes secara online ini dilakukan terlebih dahulu kami (Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Tarakan. Pen) melakukan rapat persiapan secara matang mengingat tes ini bertepatan dengan tahapan verifikasi faktual parpol.
"Terkait persiapan pelaksanaan tes online untuk Panwascam kami melakukan persiapan secara maksimal, pada tanggal 13/10 kami bersama Pimpinan Bawaslu Provinsi Kaltara Arief Rochman melakukan peninjauan Lokasi. Berdasarkan hasil tinjauan kami bahwa STIMIK PPKIA telah memenuhi SOP." Ujarnya
Antisipasi terhadap jaringan dan pemadaman listrik dari pihak PPKIA telah mempersiapkan secara matang, seperti adanya genset dan jaringan Wifi, dari Pihak PPKIA sendiri menyatakan bahwa Jaringan pada setiap PC/Laptop minimal 2mbps dan maksimal 100mbps, sedangkan untuk pelaksanaan tes jaringan akan di pusatkan di Lab dan memakai jaringan Khusus di luar dari Indihome dan antisipasi terhadap pemadaman listrik gennset pun telah di siapkan.
Jupri juga mengatakan bahwa di tanggal 14 melakukan Uji coba bersama tim dari Bawaslu Provinsi Kaltara dan operator yang akan jadi Server. Secara teknis persiapan yang telah dilakukan sudah mencapai 95%, sisanya tinggal kesiapan administrasi seperti menempel daftar nama peserta di masing-masing ruangan dan teknis registrasi. Terkait verifikasi faktual yang sedari awal di laksanakan bertepatan pada tes online pada 15/10, setelah dapat info dari KPU Tarakan bahwa pelaksanaan verfak tidak jadi dilakukan pada tanggal 15/10, sehingga tim dari Bawaslu Tarakan fokus pada palaksanaan tes secara online.
"awalnya kami membagi tim menjadi 2 bagian, dimana tim 1 berfokus pada tes tertulis dan tim 2 berfokus pada pengawasan verfak parpol. Namun, setelah dapat info dari KPU Tarakan bahwa pelaksanaan verfak tidak jadi dilakukan pada tanggal 15/10, kami langsung menurunkan seluruh staf, Mahasiswa PKP, dan anak-anak SMK yang magang di kantor untuk terlibat langsung dalam mengawasi tes online hari ini." Pungkasnya
Masih berdasarkan pantauan humas Bawaslu Provinsi Kaltara, suasana di dalam ruangan saat berlangsungnya tes online nampak keseriusan dari para peserta dalam mengerjakan soal-soal. Tak ayal masih terdapat peserta yang nampak kebingungan dalam menjawab, namun secara keseluruhan peserta dapat mengisi semua soal yang ada. Dari 75 peserta hanya 67 orang yang mengikuti tes online tersebut, 8 orang tidak hadir. Ketidakhadiran peserta telah terkonfirmasi 1 sakit dan 2 sedang bekerja, sementara 5 orang tidak terkonfirmasi.
Ditengah-tengah pelaksanaan tes, keseriusan peserta dikagetkan dengan peristiwa yang tidak terduga. Ruangan tiba-tiba gelap, listrik padam. Tapi peristiwa yang merisaukan itu tidak berlangsung lama karena persiapan sigapnya panitia dan tim teknis STIMIK PPKIA mengantipasi kendala di ruangan dan tes online pun berjalan lancar hingga akhir.
Penulis : Humas Bawaslu Kaltara
Sebagaimana diketahui bahwa data hasil pendaftaran terdapat 77 orang yang memasukkan berkas dikantor Bawaslu Kota Tarakan namun setelah dilalukan penelitian administrasi yang dilakukan oleh Bawaslu Tarakan terdapat 2 orang yang tidak lulus administrasi dikarenakan umur yang masih dibawah 25 tahun. Kemudian sebanyak 75 orang dinyatakan lulus diantaranya 52 orang pendaftar laki-laki dan 24 pendaftar perempuan.
Anggota Bawaslu Kota Tarakan Jupri, menerangkan bahwa sebelum pelaksanaan tes secara online ini dilakukan terlebih dahulu kami (Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Tarakan. Pen) melakukan rapat persiapan secara matang mengingat tes ini bertepatan dengan tahapan verifikasi faktual parpol.
"Terkait persiapan pelaksanaan tes online untuk Panwascam kami melakukan persiapan secara maksimal, pada tanggal 13/10 kami bersama Pimpinan Bawaslu Provinsi Kaltara Arief Rochman melakukan peninjauan Lokasi. Berdasarkan hasil tinjauan kami bahwa STIMIK PPKIA telah memenuhi SOP." Ujarnya
Antisipasi terhadap jaringan dan pemadaman listrik dari pihak PPKIA telah mempersiapkan secara matang, seperti adanya genset dan jaringan Wifi, dari Pihak PPKIA sendiri menyatakan bahwa Jaringan pada setiap PC/Laptop minimal 2mbps dan maksimal 100mbps, sedangkan untuk pelaksanaan tes jaringan akan di pusatkan di Lab dan memakai jaringan Khusus di luar dari Indihome dan antisipasi terhadap pemadaman listrik gennset pun telah di siapkan.
Jupri juga mengatakan bahwa di tanggal 14 melakukan Uji coba bersama tim dari Bawaslu Provinsi Kaltara dan operator yang akan jadi Server. Secara teknis persiapan yang telah dilakukan sudah mencapai 95%, sisanya tinggal kesiapan administrasi seperti menempel daftar nama peserta di masing-masing ruangan dan teknis registrasi. Terkait verifikasi faktual yang sedari awal di laksanakan bertepatan pada tes online pada 15/10, setelah dapat info dari KPU Tarakan bahwa pelaksanaan verfak tidak jadi dilakukan pada tanggal 15/10, sehingga tim dari Bawaslu Tarakan fokus pada palaksanaan tes secara online.
"awalnya kami membagi tim menjadi 2 bagian, dimana tim 1 berfokus pada tes tertulis dan tim 2 berfokus pada pengawasan verfak parpol. Namun, setelah dapat info dari KPU Tarakan bahwa pelaksanaan verfak tidak jadi dilakukan pada tanggal 15/10, kami langsung menurunkan seluruh staf, Mahasiswa PKP, dan anak-anak SMK yang magang di kantor untuk terlibat langsung dalam mengawasi tes online hari ini." Pungkasnya
Masih berdasarkan pantauan humas Bawaslu Provinsi Kaltara, suasana di dalam ruangan saat berlangsungnya tes online nampak keseriusan dari para peserta dalam mengerjakan soal-soal. Tak ayal masih terdapat peserta yang nampak kebingungan dalam menjawab, namun secara keseluruhan peserta dapat mengisi semua soal yang ada. Dari 75 peserta hanya 67 orang yang mengikuti tes online tersebut, 8 orang tidak hadir. Ketidakhadiran peserta telah terkonfirmasi 1 sakit dan 2 sedang bekerja, sementara 5 orang tidak terkonfirmasi.
Ditengah-tengah pelaksanaan tes, keseriusan peserta dikagetkan dengan peristiwa yang tidak terduga. Ruangan tiba-tiba gelap, listrik padam. Tapi peristiwa yang merisaukan itu tidak berlangsung lama karena persiapan sigapnya panitia dan tim teknis STIMIK PPKIA mengantipasi kendala di ruangan dan tes online pun berjalan lancar hingga akhir.
Penulis : Humas Bawaslu Kaltara