Bawaslu RI Gelar Rapat Finalisasi dan Persiapan Teknis Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)
|
Tanjung Selor, 11 Juni 2025_ Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) menggelar kegiatan rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting pada pagi hari ini dalam rangka finalisasi modul dan persiapan teknis pelaksanaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Acara ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Hotel Redtop.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu, Bapak Eliazar Barus, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa P2P merupakan bagian dari program prioritas nasional. Ia juga menyampaikan tantangan yang dihadapi akibat efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada pelaksanaan program P2P.
"Target P2P masih ditetapkan sebesar 16.000 peserta di seluruh Indonesia, namun dengan adanya pemangkasan anggaran, kami sedang membahas kemungkinan penyesuaian target dan metode pelaksanaannya, termasuk opsi pelaksanaan secara daring," ujar Eliazar.
Turut hadir dan memberikan arahan, Ibu Loli Suhenti, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu RI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga semangat dan komitmen terhadap pengawasan partisipatif meskipun menghadapi keterbatasan.
"Tahun ini, pelaksanaan pendidikan P2P hanya dapat dilakukan di 13 titik provinsi, namun daerah lain tidak perlu berkecil hati. Kriteria penentuan lokasi didasarkan pada keberadaan dan verifikasi komunitas kader pengawas partisipatif," ujar Loli.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas divisi dalam pelaksanaan program pengawasan, termasuk pengawasan terhadap daftar pemilih berkelanjutan. "Ini adalah saatnya prinsip kolektif-kolegial diuji. Semua elemen Bawaslu harus bergerak dan berperan aktif dalam pengawasan, bukan hanya satu divisi," tambahnya.
Sementara itu Anggota Bawaslu kaltara, Herry Fitrian, yang sempat Ikut dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa walaupun kaltara tidak masuk dalam list untuk pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) â€kita harus tetap semangat ,tahun depan kita perjuangakan agar pelaksanaan pendidikan Pengawasan partisipatif bisa terlaksana juga †ungkapnya
Rapat yang dihadiri oleh tenaga ahli, para Koordinator Divisi (Kordiv), Kepala Bagian (Kabag), serta staf dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi ini diharapkan dapat menghasilkan rencana teknis yang matang untuk mendukung suksesnya program P2P di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Penulis : Yusril
"Tahun ini, pelaksanaan pendidikan P2P hanya dapat dilakukan di 13 titik provinsi, namun daerah lain tidak perlu berkecil hati. Kriteria penentuan lokasi didasarkan pada keberadaan dan verifikasi komunitas kader pengawas partisipatif," ujar Loli.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas divisi dalam pelaksanaan program pengawasan, termasuk pengawasan terhadap daftar pemilih berkelanjutan. "Ini adalah saatnya prinsip kolektif-kolegial diuji. Semua elemen Bawaslu harus bergerak dan berperan aktif dalam pengawasan, bukan hanya satu divisi," tambahnya.
Sementara itu Anggota Bawaslu kaltara, Herry Fitrian, yang sempat Ikut dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa walaupun kaltara tidak masuk dalam list untuk pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) â€kita harus tetap semangat ,tahun depan kita perjuangakan agar pelaksanaan pendidikan Pengawasan partisipatif bisa terlaksana juga †ungkapnya
Rapat yang dihadiri oleh tenaga ahli, para Koordinator Divisi (Kordiv), Kepala Bagian (Kabag), serta staf dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi ini diharapkan dapat menghasilkan rencana teknis yang matang untuk mendukung suksesnya program P2P di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Penulis : Yusril